Catatan dan inspirasi dari perjalanan dan petualangan hidup. Informasi paling lengkap tentang wisata. Semoga bisa bermanfaat. Jelajahi negeri, Cintai negeri, kenali Budaya dan Wisatanya.

Rabu, 18 Agustus 2010

LOWONGAN KERJA TERBARU DI PT INDONESIA POWER

Posted by azis fals On 15.20 No comments

LOWONGAN KERJA TERBARU DI PT INDONESIA POWER UNTUK JURUSAN TEKNIK, ADMINISTRASI, TEKNIK INFORMATIKA, HUKUM, EKONOMI

Posted: 16 Aug 2010 07:24 PM PDT

PT Indonesia Power adalah salah satu anak perusahaan PT PLN (Persero) yang merupakan Perusahaan Pembangkit Tenaga Listrik dengan total kapasitas terpasang sekitar 9000 MW dan memiliki delapan Unit Bisnis Pembangkitan yang tersebar di Pulau Jawa dan Bali, serta satu Unit Bisnis Jasa Pemeliharaan.

PT Indonesia Power terus melakukan penambahan kapasitas pembangkit listrik, baik di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa antara lain Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Jambi dan Nusa Tenggara Timur.

PT Indonesia Power mengundang Putra-Putri Terbaik Bangsa untuk menempati posisi sebagai berikut:

S1

1. Teknik Mesin (SME)
Teknik Produksi, Teknik Mesin, Konversi energi, Mesin Industri, Metalurgi, Teknik Mesin Produksi dan Perawatan, Teknologi Mekanik Industri, Mesin Perkakas, Teknik Mesin Produksi, Teknik Mesin Perawatan dan Perbaikan

2. Teknik Elektro (SEL)
Arus Kuat, Teknik Elektro Industri, Teknik Sistem Tenaga, Teknik Tenaga Listrik, Elektro Industri, Energi, Sistem Tenaga Listrik, Sistem Tenaga, Teknik Listrik, Analisa Sistem Tenaga Listrik

3. Instrumen Kontrol (SIC)
Elektronika dan Instrumentasi (Teknofisika), Teknik Fisika Instrumentasi, Teknik Elektronika, Teknik Fisika, Teknik Elektronika Industri, Elektronika dan Instrumentasi, Teknik Elektronika dan Telekomunikasi, Otomasi, Teknik Kendali, Teknik Elektronika dan Kendali, Teknik Sistem Pengaturan, Fisika Instrumentasi

4. Sistem Informasi (SIS)
Teknik Informatika dan Komunikasi, Teknik Komputer, Ilmu Komputer, Informatika Industri, Teknik Informatika, Teknik Informatika Komputer, Teknologi Informasi, Teknologi Sistem Informasi

5. Hukum (SLA)
Ilmu Hukum, Hukum Bisnis dan Industri, Hukum Perdata, Hukum Pidana, Hukum ekonomi dan Bisnis

6. SDM (SHR)
Psikologi, Teknik Industri

7. Akuntansi (SAC)
Akuntansi, Financial Engineering


D3

1. Teknik Mesin (DME)
Teknik Produksi, Teknik Mesin, Konversi energi, Mesin Industri, Metalurgi, Teknik Mesin Produksi dan Perawatan, Teknologi Mekanik Industri, Mesin Perkakas, Teknik Mesin Produksi, Teknik Mesin Perawatan dan Perbaikan

2. Teknik Elektro (DEL)
Arus Kuat, Teknik Elektro Industri, Teknik Sistem Tenaga, Teknik Tenaga Listrik, Elektro Industri, Energi, Sistem Tenaga Listrik, Sistem Tenaga, Teknik Listrik, Analisa Sistem Tenaga Listrik

3. Sistem Informasi (DIS)
Teknik Informatika dan Komunikasi, Teknik Komputer, Ilmu Komputer, Informatika Industri, Teknik Informatika, Teknik Informatika Komputer, Teknologi Informasi, Teknologi Sistem Informasi

4. Administrasi (DAD)
Administrasi Niaga dan Kesekretariatan, Administrasi Bisnis Perkantoran, Ilmu Administrasi, Ilmu Administrasi Bisnis, Ilmu Administrasi Niaga, Ilmu Kesekretariatan, Kesekretariatan, Kesekretariatan dan Administrasi Perkantoran, Sekretari, Komunikasi Massa, Hubungan Masyarakat, Administrasi Logistik, Ilmu Komunikasi

Persyaratan Non Teknis

1. Usia
S1: Maks. 25 tahun per 31 Desember 2010
D3: Maks. 23 tahun per 31 Desember 2010

2. IPK
Teknik: Min. 2.75
Non Teknik: Min. 3.00

3. Satu Pelamar hanya diperbolehkan untuk memilih satu Jenis Profesi saja.

4. Pelamar harus mengisi aplikasi secara online.

5. Apabila Terdapat perbedaan data antara Soft Copy dan Hard Copy akan mengakibatkan peserta GUGUR dan TIDAK DAPAT meneruskan ke tahapan test selanjutnya.

6. Setelah mengisi dan mengirimkan aplikasi secara online, Kirimkan berkas lamaran berupa (hardcopy) :

- 1 (satu) lembar Fotocopy Ijazah / Surat Keterangan Lulus
- 1 (Satu) lembar Fotocopy transkrip Nilai
- 2 (dua) lembar Pasphoto terbaru ukuran 4 X 6
- 1 (satu) lembar photocopy KTP
- 1 (satu) lembar Print formulir aplikasi Online
- Print Download “Surat Pernyataan” yang telah diisi dan diberi materai 6000
Dengan mencantumkan Nomor Test (didapatkan setelah melakukan pendaftaran secara online) pada sudut kanan atas amplop ke PO BOX 2010 JKTM 12700

Log In dan Registrasi hanya dapat dilakukan selama masa pembukaan pendaftaran (14-30 Agustus 2010)

Pendaftaran Online dapat di lakukan di bawah ini :

REKRUTMENT PT INDONESIA POWER

Sabtu, 14 Agustus 2010

Monumen Jogja Kembali

Posted by azis fals On 13.02 2 comments



Monumen Yogya Kembali dibangun pada tanggal 29 Juni 1985, dengan Upacara Tradisional penanaman kepala kerbau dan peletakan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII. Empat tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 6 Juli 1989, bangunan ini selesai dibangun. Pembukaannya diresmikan oleh Presiden Suharto dengan penandatanganan Prasasti.

Dipilihnya nama “Yogya Kembali” dengan pengertian yang luas, berfungsinya pemerintah Republik Indonesia dan sebagai tetenger peristiwa sejarah ditarik mundurnya tentara Belanda dari Ibukota Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1949 dan kembalinya Presiden Soekarno, Wakil Presiden, Pimpinan Negara yang lain pada tanggal 6 Juli 1949 di Yogyakarta. Hal ini dapat dippenggunang sebagai titik awal bangsa Indonesia secara nyata bebas dari cengkeraman penjajah khususnya Belanda dan merupakan tonggak sejarah yang menentukan bagi kelangsungan hidup Negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat.



Dilihat dari bentuknya Monumen Yogya Kembali berbentuk kerucut / gunungan dengan ketinggian 31,80 meter adalah sebagai gambaran “Gunung Kecil” ditempatkan di sebuah lereng Gunung Merapi. Gunung Merapi ini sangat berarti bagi masyarakat Yogyakarta baik secara simbolik maupun faktual. Muntahan lava Gunung Merapi memberikan kesuburan bagi daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya, sementara itu konturnya di langit selalu menghias cakrawala Yogyakarta dimanapun orang berada, dari gunung Merapi pula sungai Winongo dan Code yang mengalir melalui kota Yogyakarta.

Secara simbolik bersama laut selatan (Istana Ratu Kidul) yang berfungsi sebagai “Yoni” dan gunung Merapi sebagai “Lingga” merupakan suatu kepercayaan yang sangat tua dan berlaku sepanjang masa. Bahkan sementara orang menyebut Monumen Yogya Kembali sebagai tumpeng raksasa bertutup warna putih mengkilat, dalam tradisi Jawa tumpeng seolah-olah sebagai bentuk gunung yang dapat dihubungkan dengan kakayon atau gunungan dalam wayang kulit, yang melambangkan kebahagiaan / kekayaan kesucian dan sebagai penutup setiap episode perjuangan bangsa.



Monumen Yogya Kembali terletak di Jalan Lingkar Utara, dusun Jongkang, desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, kabupaten Sleman, Yogyakarta. Didirikan di atas lahan seluas 49.920 m2. lokasi ini ditetapkan oleh Sri Paduka Hamengku Buwono IX dengan alternative diantaranya terletak digaris poros antara gunung Merapi - Monumen Yogya Kembali - Tugu Pal Putih - Kraton - Panggung Krapyak - Laut Selatan, yang merupakan “Sumbu Imajiner” yang pada kenyataannya sampai sekarang masih dihormati oleh masyarakat Yogyakarta, dan menurut kepercayaan bersatunya Lingga dan Yoni akan menimbulkan kemakmuran di tempat ini sebagai batas akhir ditariknya mundur tentara Belpengguna kearah utara, usaha kesinambungan tata kota kegiatan dan keserasian Daerah Yogyakarta. Titik imajiner pada bangunan yang berdiri di atas tanah seluas 5,6 hektar ini bisa dilihat pada lantai tiga, tepatnya pada tempat berdirinya tiang bendera.

Memasuki area monumen yang terletak sekitar tiga kilometer dari pusat kota Jogja ini, pengunjung akan disambut dengan replika Pesawat Cureng di dekat pintu timur serta replika Pesawat Guntai di dekat pintu barat. Menaiki podium di barat dan timur pengunjung bisa melihat dua senjata mesin beroda lengkap dengan tempat duduknya, sebelum turun menuju pelataran depan kaki gunung Monumen. Di ujung selatan pelataran berdiri tegak sebuah dinding yang memuat 420 nama pejuang yang gugur antara 19 Desember 1948 hingga 29 Juni 1949 serta puisi Karawang Bekasi-nya Chairil Anwar untuk pahlawan yang tidak diketahui namanya.


(Ruang Serba Guna)

Monumen dikelilingi oleh kolam (jagang) yang dibagi oleh empat jalan menuju bangunan utama. Jalan barat dan timur menghubungkan dengan pintu masuk lantai satu yang terdiri dari empat ruang museum yang menyajikan sedikitnya 1.000 koleksi tentang Satu Maret, perjuangan sebelum kemerdekaan hingga Kota Yogyakarta menjadi ibukota RI. Seragam Tentara Pelajar dan kursi tandu Panglima Besar Jenderal Sudirman yang masih tersimpan rapi di sana. Di samping itu, ada juga ruang Sidang Utama, yang letaknya di sebelah ruang museum I. Ruangan berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 25 meter ini berfungsi sebagai ruang serbaguna, karena biasa disewakan untuk keperluan seminar atau pesta pernikahan.


Di ujung selatan pelataran berdiri tegak sebuah dinding yang memuat 420 nama pejuang yang gugur antara 19 Desember 1948 hingga 29 Juni 1949 serta puisi Karawang Bekasi-nya Chairil Anwar untuk pahlawan yang tidak diketahui namanya.



1. Taman Dan Sekitarnya
  • Replika Pesawat Cureng , Pesawat ini sumbangan dari KSAU Marsekal Madya Rilo Pambudi, tanggal 29 juni 1994.
  • Meriam PSU - S60 kaliber 57 mm dan Meriam PSU Bofors L - 60 kaliber 40 mm. Meriam ini sumbangan dari Kasad, diambil dari Gudbalkir, Guspusgat dan optic Sidoarjo, Jawa Timur tanggal 28 April 1996.
  • Replika Pesawat Guntai. Pesawat ini sumbangan dari KSAU Marsekal pertama Sutria Tubagus pada tanggal 29 juli 1996.
  • Meriam PSU - S60 kal. 57 mm dan PSU Bofors L-60 kal. 40 mm.
  • Logo/lambang.
  • Daftar nama - nama Pahlawan.

2. Koleksi Hall Lantai Satu

Lantai pertama terdiri dari :
  • Ruang Pengelola atau Ruang Bagian Umum
  • Ruang Perpustakaan
  • Ruang Serbaguna
  • Ruang Bagian Operasional
  • Ruang Souvenir

(Senjata para pejuang)

Hall lantai 1 ini dipamerkan koleksi antara lain :
• Patung Dada Panglima Besar Jenderal Sudirman dan Letnan Jenderal Oerip Soemoharjo.
• Panil foto pelaksanaan Pembangunan Monumen Jogja Kembali.
• Patung foto Imam Bonjol ( 1722 - 1864 ).
• Meriam Jugo M - 48.
• Dokar Tentara Pelajar.
• Patung Nyi Ageng Serang.
• Meriam PSU akan Bofors.
• Patung Teungku Umar ( 1854 - 1899 ).
• Patung Tjut Nya dien ( 1850 - 1908 ).
• Meriam PSU Ourlikon Kal. 20 mm.
• Meriam Jugo M-48 kal. 76 mm.
• Panil Dinding foto kegiatan Tentara Pelajar.
• Dinding Ruang Serbaguna.


(Evokatif Dapur Umum)

3. Koleksi Museum
Ruang museum yang merupakan ruang pamer tetap dengan tema “Seputar Pelaksanaan Serangan Umum 1 Maret 1949”.
• Evokatif Dapur Umum
• Evokatif Palang Merah Indonesia
• Peta Timbul Route Konsolidasi Kompenggunan WK III
• Peta Timbul Pembagian Wilayah Wehrkreis III
• Alat Cetak Proef
• Unit Caraka
• Seperangkat Meja Kursi Tamu
• Peta Timbul Serangan Umum 1 Maret 1949
• Potret Diri Para Kompenggunan Sub Wehrkreis III
• Seperangkat Meja Kursi
• Vitrin Sudut
• Dinding Ruang Museum Sebelah Utara
• Meja Kerja Sri Sultan Hamengkubuwono IX
• Meja Kerja Sri Paduka Paku Alam VIII
• Bagan Susunan Pemerintahan



Ruang museum yang merupakan ruang pamer tetap dengan tema ” Yogya Sebagai Ibukota Negara republik Indonesia “.
• Patung Dada Ir. Soekarno
• Patung Dada drs. Moh. Hatta
• Teks Proklamasi
• Foto Dokumen kegiatan Presiden dan Wakil Presiden di Yogyakarta
• Tempat Tidur Presiden Soekarno
• Foto Dokumen kegiatan Presiden Bersama keluarga dan Wakil Presiden di Yogyakarta
• Patung Dada Ki Hadjar Diwantara
• Patung Dada Kyai Haji Mas Mansyur
• Peta Timbul Wilayah RIS
• Meja dan Kursi Tamu Wakil Presiden Moh. Hatta
• Potret Diri Tokoh Pimpinan Republik Indonesia
• Kursi Kerja Komite Nasional Indonesia daerah
• Foto Dokumen Kegiatan KNID dan KNIP


(Alat Komunikasi jaman dulu)

Sementara itu jalan utara dan selatan terhubung dengan tangga menuju lantai dua pada dinding luar yang melingkari bangunan terukir 40 relief yang menggambarkan peristiwa perjuangan bangsa mulai dari 17 Agustus 1945 hingga 28 Desember 1949. sejumlah peristiwa sejarah seperti perjuangan fisik dan diplomasi sejak masa Proklamasi Kemerdekaan, kembalinya Presiden dan Wakil Persiden ke Yogyakarta hingga pembentukan Tentara Keamanan Rakyat tergambar di relief tersebut.

Koleksi Relief :
  • Relief 01, Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945 di Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta
  • Relief 02, Gema Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Yogyakarta 05 September 1945
  • Relief 03, Petrempuran Kota Baru, 07 Oktober 1945 di Butai Kotabaru Yogyakarta
  • Relief 04, Kongres Pemuda di Balai Mataram Yogyakarta, 10 November 1945
  • Relief 05, Pemilihan Panglima Besar TKR di Yogyakarta, 12 November 1945
  • Relief 06, Serangan Udara Sekutu di Kota Yogyakarta, 27 November 1945
  • Relief 07, Yogyakarta Menjadi Ibukota Republik Indonesia, 04 Januari 1946
  • Relief 08, berdirinya Balai Perguruan Tinggi Gajah Mada di Yogyakarta, 03 maret 1946
  • Relief 09, Pengawalan dan Pengangkutan Tawanan Jepang di Yogyakarta, 28 April 1946
  • Relief 10, Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Yang Pertama di Yogyakarta, 17 Agustus 1946
  • Relief 11, Hari Ulang Tahun Pertama Angkatan Perang REpublik Indonesia di Yogyakarta, 05 Oktober 1946
  • Relief 12, Peringatan 6 Bulan Berdirinya Militer Akademi di Yogyakarta, 06 Oktober 1946
  • Relief 13, Perjanjian Linggar Jati, 15 November 1947
  • Relief 14, Pelantikan Pucuk Pimpinan TNI, 28 juni 1947
  • Relief 15, Persiapan Serangan Balas Angkatan Udara Republic Indonesia, 29 Juli 1947
  • Relief 16, Kapal Selam yang Petama di Indonesia, Juli 1947
  • Relief 17, Notulen Kaliurang, 13 Januari 1948
  • Relief 18, Penpenggunatanganan Perjanjian Renvile, 17 Januari 1948
  • Relief 19, Pasukan Hijrah Tiba di Yogyakarta, Februari 1948
  • Relief 20, Bantuan Obat-obatan dari Mesir, 05 Maret 1948
  • Relief 21, Pemberantasan Buta Huruf di Yogyakarta, April 1948
  • Relief 22, Penumpasan Pemberontakan PKI Madiun, Tanggal 18 s/d 30 September 1948
  • Relief 23, Panglima Besar Jendral Soederman Menyusun Surat Perintah Kilat, 19 Desember 1948
  • Relief 24, Perlawana TNI dan Polisi Negara di Desa Janti, Yogyakarta, 19 Desember 1948
  • Relief 25, Serangan Balas Terhadap Kedudukan Tentara Belpengguna di Kota Yogyakarta, 29 Desember 1948
  • Relief 26, Markas Besar Komando Jawa di Desa Boro, Kabupaten Kulon Progo, Januari 1949
  • Relief 27, penghancuran Jembatan kalipentung, Februari 1949
  • Relief 28,29,30,31, Serangan Umum 01 Maret 1949 di Yogyakarta
  • Relief 32, Jendral mayor Meiyer Mengancam Sri Sultan Hamengkubuwono IX, 03 Maret 1949
  • Relief 33, Penghadangan Konvoi Tentara Belpengguna di Desa serut, Prambanan, 15 Maret 1949
  • Relief 34, Penarikan Mundur Tentara Belpengguna dari Kota Yogyakata, 29 Juni 1949
  • Relief 35,36, TNI, Polisi, Gerilyawan Masuk Kota Yogyakarta, 29 Juni 1949
  • Relief 37, Pimpinan Negara Kembali ke Ibu Kota Yogyakarta, 06 Juli 1949.
  • Relief 38, Panglima Besar Soederman tiba di Yogyakarta, 10 Juli 1949
  • Relief 39, Konferensi Inter Indonesia di Yogyakarta, 19 Juli 1949
  • Relief 40, Presiden Soekarno Kembali ke Jakarta, 28 Desember 1949.
Di dalam bangunan, berisi 10 diorama melingkari bangunan yang menggambarkaan rekaan situasi saat Belanda menyerang Maguwo pada tanggal 19 Desember 1948, SU Satu Maret, Perjanjian Roem Royen, hingga peringatan Proklamasi 17 Agustus 1949 di Gedung Agung Yogyakarta.


(Diorama 1, Penyerbuan Rakyat Belpengguna Terhadap Lapangan Terbang Maguwo, 19 Desember 1948)


(Diorama 2, Panglima Besar Soederman Melapor Kepada Presiden RI untuk Memimpin Perang (Gerilya, 19 Desember 1948)


(Diorama 3, Presiden dan Wakil Presiden dan Para Pimpinan lainnya Diasingkan ke Sumatera, 22 Desember 1948)


(Diorama 4, Perlawanan Rakyat bersama Tentara Nasional Indonesia Terhadap Belpengguna, 23 Desember 1948)


(Diorama 5, Konsolidasi dan Pembentukan sector Pertahanan di Ngoto, 23 dan 26 Desember 1948)


(Diorama 6, Serangan Umum 1 Maret 1949)


(Diorama 7, Penpenggunatanganan Roem-Roijen Statement, 29 Juni 1949)


(Diorama 8, Penarikan Tentara Belpengguna dari Yogyakarta, 17 Agustus 1949)


(Diorama 9, Kembalinya Presiden ke Istana Negara setelah diasingkan)


(Diorama 10, Peringatan Proklamasi 17 Agustus 1949 di Gedung Agung Yogyakarta)


Lantai teratas merupakan tempat hening berbentuk lingkaran, dilengkapi dengan tiang bendera yang dipasangi bendera merah putih di tengah ruangan, Unit Kata Mutiara (Pesan Pelaku Pejuang) relief gambar tangan yang menggambarkan perjuangan fisik pada dinding barat dan perjuangan diplomasi pada dinding timur. Ruangan bernama Garbha Graha itu berfungsi sebagai tempat mendoakan para pahlawan dan merenungi perjuangan mereka.


(Tempat Hening & Unit Bendera Pusaka)


(Unit Relief Simbolik)



Catatan : Tiket masuk gratis lho, cuma uang parkir sepeda motor Rp. 1.000,- pas di kantong BackPacker.

Selasa, 10 Agustus 2010

Yogyakarta

Posted by azis fals On 12.53 No comments



Yogyakarta

Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja
Mengutip sepenggal lirik dari syair lagu Yogyakarta (Kla Project).



Siapa yang tidak kenal dengan Jogja atau Daerah Istimewa Yogyakarta. Kota dengan keramahan senyum dan seribu pesona. Kota masih sangat kental dengan budaya Jawanya. Seni dan budaya merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta ditengah perkembangan dunia yang begitu cepat. Kota yang memiliki banyak sejarah dan kenangan. Kota yang menjajakan sajian khas berselera. Itulah Jogja, dengan julukan kota Gudeg dan Kota Pelajar.

Mungkin inilah alasan mengapa Saya selalu merindukan Yogyakarta. Perjalanan dari Surabaya ke Yogyakarta membutuhkan waktu sekitar 7 jam. Dari Terminal Bungurasih Surabaya kita dapat naik bus EKA jurusan Magelang dan turun di Yogyakarta dengan ongkos kurang lebih Rp. 60.000,-


Tugu Jogja





(karena tugu terletak pada tengah-tengah perempatan jalan besar, maka hati-hati kalau mau foto-foto)



(Amati sosok penampakan di sebelah kanan dan amati cewek di sebelah kiri tugu)

Sesampai di Jogja, perjalanan saya mulai dari Tugu Yogyakarta. Tugu Yogyakarta adalah sebuah tugu atau menara yang sering dipakai sebagai simbol/lambang dari kota Yogyakarta. Tugu ini dibangun oleh Hamengkubuwana I, pendiri kraton Yogyakarta.





Tugu yang terletak di perempatan Jl Jenderal Sudirman dan Jl. Pangeran Mangkubumi ini, mempunyai nilai simbolis dan merupakan garis yang bersifat magis menghubungkan laut selatan, kraton Jogja dan gunung Merapi. Pada saat melakukan meditasi, konon Sultan Yogyakarta pada waktu itu menggunakan tugu ini sebagai patokan arah menghadap puncak gunung Merapi.



(Papan peringatan untuk tidak naik atau menginjak tugu jogja)

Tugu ini sekarang merupakan salah satu objek pariwisata Yogya, dan sering dikenal dengan istilah “tugu pal putih” (pal juga berarti tugu), karena warna cat yang digunakan sejak dulu adalah warna putih. Tugu pal ini berbentuk bulat panjang dengan bola kecil dan ujung yang runcing di bagian atasnya. Dari kraton Yogyakarta kalau kita melihat ke arah utara, maka kita akan menemukan bahwa Jalan Malioboro, Jl Mangkubumi, tugu ini, dan Jalan Monument Yogya Kembali akan membentuk satu garis lurus persis dengan arah ke puncak gunung Merapi.

Jalan Malioboro



Setelah foto-foto di tugu yogyakarta perjalanan dilanjutkan ke Jl. Malioboro. Rasanya ada yang kurang kalo ke jogja tapi tidak mampir ke Jalan Malioboro. Jalan Malioboro adalah nama salah satu jalan dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Malioboro dan Jalan Jend. A. Yani. Jalan ini merupakan poros Garis Imajiner Kraton Yogyakarta.



(Pilih ke arah Malioboro atau ke "Pasar kembang")



(Akhirnya saya memilih ke Malioboro saja,, Lumayan dapat colongan sepeda,, peace...)

Jalan Malioboro sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg khas jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para Seniman-seniman-seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art, pantomim dan lain-lain disepanjang jalan ini.



Terdapat beberapa obyek bersejarah di kawasan tiga jalan malioboro antara lain Tugu Yogyakarta, Stasiun Tugu, Gedung Agung, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret dan diseberangnya terdapat bangunan yang dulu dijadkan istana negara saat itu. Jadi sudah sejalan kita bisa ke tempat-tempat tersebut, lanjut ke Keraton Yogyakarta dan alun-alun utara yogyakarta.


DaGaDu



Jangan lupa mampir dan beli kaos DaGaDu di Mall Malioboro ya, karena kaos DaGaDu yang asli hanya ada Mall Malioboro lantai dasar. Harganya sekitar Rp. 60.000,-.

Benteng Vredeburg




Foto Benteng Vredeburg pada saat siang dan malam hari.




Yogyakarta sebagai ibukota Republik Indonesia



Ini dia istana negara yang ada di Yogyakarta (saat itu). Karena situasi keamanan ibukota Jakarta (Batavia saat itu) yang makin memburuk, maka pada tanggal 4 Januari 1946, Soekarno dan Hatta dengan menggunakan kereta api, pindah ke Yogyakarta sekaligus pula memindahkan ibukota. Meninggalkan Sjahrir dan kelompok yang pro-negosiasi dengan Belanda di Jakarta.



Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta yang terletak di tengah kota Yogyakarta ini memiliki beberapa museum, yaitu Museum Lukisan, Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Museum Kereta, dan Museum Batik. Di samping itu, hampir seluruh bagian kraton digunakan sebagai tempat penyimpanan benda-benda budaya bernilai, termasuk replikanya. Di kompleks Pagelaran, misalnya, diperagakan berbagai pakaian prajurit dan pakaian adat keluarga keraton. Museum ini dibuka untuk umum setiap hari kecuali pada saat terdapat upacara. Museum buka mulai jam 08.30 hingga 14.00 wib, kecuali hari Jumat yang buka hingga pukul 13.00 wib. Selain benda-benda budaya dan arsitektur, pengunjung juga dapat melihat pertunjukan seperti macapat, kerawitan, wayang kulit, serta wayang orang, yang dipentaskan di bangsal Sri Manganti, sekitar pukul 10.00-12.00.

Alun - Alun Selatan Jogja



Setelah dari keraton dan alun-alun utara Yogyakarta, lanjut ke alun-alun selatan. Mitos atau kepercayaannya sih kalau bisa melewati 2 buah pohon beringin besar yang ada di tengah-tengah alun-alun dipercaya hatinya bersih, atau apalah itu. Yang penting aku sudah coba. Soal hasilnya, hanya Tuhan yang tahu. Hehehehe.









(Gambarnya agak kabur nich,, maklum kameranya apa adanya,, hehehehe)

Trans Jogja

Tidak hanya di Jakarta, pemerintah DIY juga telah mengoperasikan bis TransJogja sebagai usaha untuk membuat transportasi di kota ini nyaman, murah dan andal. Cukup dengan Rp. 3.000,- kita sudah bisa keliling Yogyakarta. Tapi dengan catatan tidak turun dari halte. Kalo mau turun dan jalan-jalan ya harus bayar lagi. Hehehehehe.



Soal urusan perut selama di Yogyakarta, kita tidak perlu khawatir. Karena disana banyak angkringan. Karena harganya sangat murah, cukup Rp. 2.000,- sampai Rp. 5.000,- anda sudah bisa kenyang. Hehehehe. Apa itu angkringan?? Mengutip dari Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Angkringan (berasal dari bahasa Jawa ' Angkring ' yang berarti duduk santai) adalah sebuah gerobag dorong yang menjual berbagai macam makanan dan minuman yang biasa terdapat di setiap pinggir ruas jalan di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Di Sala dikenal sebagai warung hik ("hidangan istimewa a la kampung").

Makanan yang dijual meliputi nasi kucing, gorengan, sate usus (ayam), sate telor puyuh, kripik dan lain-lain. Minuman yang dijualpun beraneka macam seperti teh, jeruk, kopi, tape, wedang jahe dan susu. Semua dijual dengan harga yang sangat terjangkau.
Meski harganya murah, namun konsumen warung ini sangat bervariasi. Mulai dari tukang becak, tukang bangunan, pegawai kantor, mahasiswa, seniman, bahkan hingga pejabat dan eksekutif. Antar pembeli dan penjual sering terlihat mengobrol dengan santai dalam suasana penuh kekeluargaan.



"Ajakan Gubernur Yogyakarta untuk hemat listrik "

Sumber referensi : Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.
Terima kasih buat :
Ki Joko Nur “Bagas” Astanto (Mas Tatan) dan keluarga untuk akomodasinya.
Mas Andreas SW.


Cerita selanjutnya ke Monumen Jogja kembali.